Hingga saat ini aku masih belum bisa mengetahui isi hatimu. Kamu sangat sulit
dipahami. Bagaikan sebuah teka-teki yang sulit ditebak jawabannya. Semacam sebuah kata yang sulit
ditafsirkan maknanya. Terkadang, aku menerjemahkan sapaanmu sebagai kalimat “apa
kabar?” darimu. Terkadang, aku juga mengartikan setiap kata manis yang kau
ucapkan adalah kata yang kaurangkai khusus hanya untuk aku. Aku tau aku terlalu
berlebihan dalam menanggapi setiap sapaan dan candaanmu. Iya, harusnya aku tak
perlu terlalu senang saat kamu membalas pesan singkatku dan harusnya aku tak perlu
berharap lebih saat kamu tersenyum ke arahku. Namun, ketahuilah kamu adalah
penyebab rasa semangatku. Kamu menjelma menjadi senyum yang tak bisa ku
definisikan dengan rangkaian kata.
Sebenarnya, Ada dua hal
yang ingin kutanyakan padamu, Adakah bayangan sosokku di sudut-sudut terpencil
dalam relung hatimu? Dan Bisakah bayangan sosokmu berhenti memenuhi otakku dan
tak lagi mengitari sudut-sudut relung hati?. Karena ada dua hal juga yang perlu
kau ketahui, aku menyukaimu dan aku ingin melupakanmu bila ternyata bayangan
sosokku tak pernah melintas di sudut relung hatimu.